Rabu, 31 Desember 2008

RESOLUSI DEY & ME

Saya (dan sebagian besar manusia lainya mungkiiin...) banyak lupa, untuk perubahan kebaikan sajah perlu momentum... yah seperti momentum tahun baru misalnya... Padahal sebagai seorang muslim yang beri'tibaRasul pasti setiap aktivitas ada pengingatnya melalui do'a-do'a... yak kan setiap aktivitas yang akan kita lakukan pasti deh ada do'anya...

Hiruk pikuk tahun baru yang dirayakan secara salah kaprah oleh sebagian besar kita adalah karena tidak terinternalisasinya makna do'a-do'a yang selalu kita lantunkan... Misalnya doa sederhana mau tidur Bissmikaallahumma ahya wa bismika amut –Atas namaMu ya Allah aku dihidupkan dan atas namaMu aku dimatikan-- kalau kita memaknai dengan “sirius” (bukan teman James Potter) setiap kita bangun tidur pagi hari berarti hidup baru, karena ketika kita tidur kita dimatikanNya... Jadi ..jadi setiap hari adalah kehidupan baru... ya...ya... setiap hari kita diberi kehidupan baru setelah dimatikan... yap harusnya saya tiap hari bikin resolusi yang beri'tibarasullullah SAW “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” atau “sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya”, dll, dst, berusaha dengan tekad yang kokoh menjadi seperti itu.

Yeah ternyata saya dan crew Cikumpa 86 perlu bantuan momentum untuk membuat resolusi perbaikan diri .... seperti momentum tahun baru ini ...

Dipenghujung tahun 2008 menjelang 2009 ada khabar yang menggembirakan bagi sayahhh... yaitu Dey tidak akan terlalu banyak memegang amanah organisasi setelah MPM di 2008 yang ngeksis abisnya sudah habis... Selama tahun 2008 Dey jarang di rumah kecuali sakit... dalam sepekan yang 7 hari itu selalu berputar kayak gasing... MPM, SMA, SMP, dll... rumah adalah hanya pelabuhan terakhir sajah ketika kapalnya koyak dihantam gelombang.... heuheu....piss dey.

Di tahun 2009 rencana Dey akan kembali ke khittah yaitu di ROHIS sajah... ups baguslah biar bisa membereskan “rumah jiwanya” yang selama ini terbengkalai tak teratur (gulma-gulma liar tumbuh tak terutur, kaca jendela hati yang agak buram, dll,dst). Banyak hal yang herus dibenahi seperti hapalan yang stag setelah surat Arrahaman sebagai ujian praktek Ujian Akhir Sekolah SMAnya... trus tsaqofah keislamannya seperti tahsin, tahfidz, dll, dst, juga bahasa Inggrisnya yang masih amburadul-dul-dul (Dey mupeng kursus ... dan tidak pernah terlaksana karena hambatan asasi di keluarga) ngantri untuk dibenahi...

Yeah resulusi dey di tahun 2009 adalah menjadi “Arwen” yang selalu membersihkan dan merapihkan jiwanya. Dey kan suka banget film “Lord of the Ring” jadi personifikasi rabbaniyahnya dey adalah menjadi seperti “elf” .... syah-syah saja dey seperti... asal untuk menjadi lebih baik... Iya saya katakan pada dey “ayo dey sangkutkan jiwamu pada yang memiliki energi kehidupan ini, niscaya kamu akan berkelimpahan energi kebaikan untuk bergerak”.... bergerak yang dibimbingNya... Insya Allah....Bissmillah....

Ketika Dey tanya saya apa resolusi saya di tahun 2009...saya jawab “emmhh apa yah kalau bilang menjadi lebih baik dari tahun kemarin kan klise banget yah” ...

Lamaaaa saya tidak bisa menjawab secara spesifik pertanyaan Dey.... lalu saya bilang ajah “mamah mau ganti casing biar jadi PD kalau lagi direct selling”....Wakwawwww dey ngakak....



Warnet, 4 Muharram 1430 H
1 Januari 2008

Selasa, 19 Februari 2008

Naruto

SANIN

Saya tidak banyak tahu tentang film kartun Naruto, tetapi kata itu tidak asing di telinga saya karena beberapa hal. Pertama dari cerita teman saya mbak Itha, dia punya anak kecil usia 3,5 tahun namanya Abiyaz Emir Faad.

Faad ini (begitu dia dipanggil) salah satu anak penggila Naruto. Untuk membuktikannya Faad penggila Naruto adalah dia memiliki banyak barang bergambar Naruto, dan yang paling Faad sukai dari barang tersebut adalah T Shirt kaos gambar Naruto. Setiap kali kaos tersebut dicuci selalu ditungguinya sampai kering, sampai bundanya iba dan kemudian menambah lagi koleksi kaos bergambar Naruto.

Cerita berikutnya adalah tentang sepupu dey anak kecil umur 5 tahun namanya Zaky. Yah Zaky merupakan penggila dasyat film kartun Naruto, lebih dasyat lagi ketimbang Abiyaz Emir Faad.

Karena penggila dasyat Naruto, kalau Zaky lagi ngambek sangat mudah dialihkan dengan mantera kata N A R U T O ….. abra kadabra …… langsung wajah Zaky yang putih cabi menjadi bersinar kembali seperti matahari pagi jam 6 pagi di pinggir laut….. woi betapa dasyatnya mantera Naruto….. Oya Zaki juga memiliki banyak barang-barangnya bergambar Naruto dari baju kaos sampai under wear…. Hebatnya lagi mamahnya sangat mengapresiasi kesukaan anaknya.

Untuk menghindari kekurangan baju kaos bergambar Naruto, mamahnya Zaky memiliki stock T-shirt kaos gambar Naruto yang cukup untuk gonta-ganti 7 hari (wouww). Karena persediaan kaos yang cukup Zaky menjadi tidak peka terhadap kaos tersebut alias bukan barang kesayangan…… yang menjadi barang kesayangannya adalah under wear (celdal) bergambar Naruto, nah untuk yang satu ini mamahnya kurang peka karena tidak memiliki persediaan yang cukup hingga 2 hari ke depan… di musim hujan seperti bulan Januari – Februari, celdal Narutonya Zaky sangat-sangat tidak menunjang. Hingga pada suatu malam Zaky gelisah, sulit tidur dan rewel tidak jelaaass, setelah diselidik-selidik kerewelannya ternyata karena Zaky tidak memakai celdal bergambar Naruto, belum ada yang kering ….. ooooh Zaky segitunya…

Cerita tentang Naruto selanjutnya adalah dari seorang rekanan perbaikan computer di kantor kami namanya Dul (usianya sekitar 28 tahunan, anak Psikologi UIN yang sudah 8 tahun gak kelar-kelar… dah di DO kali ya) yang sangat menginternalisasi Naruto dalam dirinya. Si Dul ini dari penampilannya sangat Naruto banget… dari rambut gondrongnya yang suka dikuncir tinggi sampai ke pernak-pernik perlatan yang dibawanya dan gerak-geriknya sangat kartun (khas penggila komik/film kartun Jepang), dan di computer kami yang Dul dokteripun semuanya gambar Naruto (ibu-ibu tengah baya di kantor kamipun, tidak keberatan dengan gambar-gambar tsb).

Sebatas itulah pengetahuan saya tentang Naruto, tidak berkeinginan lebih jauh untuk menonton filmnya misalnya, hingga suatu hari Allah mentaqdirkan saya bertemu dengan salah satu teman dey namanya Ecky. Walaupun saya baru bertemu dengannya kali pertama itu saja (saya merasa sudah mengenalnya lama hehe …) kami ngobrol seru, sampai ke salah satu pertanyaannya pada saya “apakah ibu tau cerita tentang Naruto?” waouuw kali ini saya benar-benar kena batunya saya jadi Tu La Lit …. Karena tau Naruto hanya sebatas kulitnya saja…... tidak sampai substansi dari cerita Naruto. Pada saat itu benar-benar saya tu la lit… seperti hp yang ketinggalan di rumah dan orang rumahnya sudah pergi semua hahaha jelaslah gak ada yang ngangkat …. tu la lit ….. Kemudian Ecky menjelaskan secara singkat, yang saya tangkep (halo Ecky koreksi ya kalao salah) bahwa di cerita Naruto itu ada semacam pembagian strata social gitu deh…. Nah salah satu puncak strata social di cerita Naruto itu adalah SANIN !!!

Sanin itu katanya seseorang yang telah melalui semacam jalan pedang gitu deh (kira-kira begitu kalo di Mushasi seingat saya, duluuu sempat baca Mushasi sebagai cerber Kompas tahun 80an lupa-lupa ingat yang jelas “matahari”nya Mushasi adalah Otsu ya kan?)…. seseorang yang telah mencapai pengetahuan lebih (semacam itu mungkin). Kemudian saya reka-reka aja mungkin semacam suhu atau orang pintar (tapi bukan dukun kan ky hehe).

Nah yang bikin kaget saya.....katanya “mamahnya dey kaya SANIN”... HAAAH. (hehehe………. tapi bukan “dukun” kan ...ya….. afwan jidan ... just for fun……….)